Bidang Industri

Masyarakat Ekonomi ASEAN atau yang biasa disingkat dengan MEA, disebut dalam bahasa internasional dengan ASEAN Economic Community . Untuk menambah manfaat bagi negara-negara anggotanya, ASEAN pun menjajaki kerja sama dengan negara-negara maju lainnya. Di Kota Tokyo, ibu kota Negeri Sakura ini, ASEAN telah berhasil mendirikan tempat promosi bagi pariwisata, investasi, dan perdagangan negara-negara anggotanya. Namun, pada saat yang sama, negara kita juga membeli beras dari Thailand juga Myanmar untuk mencukupi kebutuhan konsumsi dalam negeri. Kementerian Kominfo, lanjut Herry, berharap dapat mengidentifikasi secara nyata kesenjangan tersebut, agar dapat menentukan regulasi yang tepat untuk menutup kesenjangan digital di masyarakat.

kerjasama di bidang industri

Dalam upaya pengembangan industri nasional, Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian telah mengamanatkan kepada pemerintah untuk melakukan kerjasama internasional di bidang industri. Kerjasama tersebut ditujukan untuk pembukaan akses dan pengembangan pasar internasional, pembukaan akses pada sumber daya industri, pemanfaatan jaringan rantai suplai global sebagai sumber peningkatan produktivitas industri, dan peningkatan investasi. Demikian disampaikan Dirjen Kerjasama Industri Internasional Agus Tjahajana pada acara diskusi dengan wartawan di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Jum’at – 30 Januari 2015. Program kerjasama ini disebut ASEAN Free Trade Area yang mencakup pengelolaan sektor produksi lokal di negara ASEAN. Kerjasama ini juga memiliki tujuan lain, yaitu untuk meningkatkan daya saing negara ASEAN di pasar produksi dunia. Paham liberal institusional berpendapat bahwa negara-negara berkumpul dan membentuk sebuah institusi agar dapat melakukan kepentingan umum dan mencapai tujuan masing-masing, yaitu utamanya tujuan ekonomi.

ASEAN) menjadi organisai geopolitik dan ekonomi untuk negara-negara di Asia Tenggara. Dibentuknya ASEAN bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan mengembangkan kebudayaan negara anggota. Kendati telah cukup terkenal di kancah internasional, tetapi eksistensi ASEAN harus tetap dipromosikan. Beberapa sektor yang strategis untuk dijadikan bahan promosi adalah pariwisata, perdagangan, dan investasi. Pada gilirannya, secara tidak langsung kerja sama ini juga dapat membantu memperbaiki daya saing produk buatan lokal dari negara-negara anggota di pasar ASEAN. Dalam rangka mencapai tujuan dari Program Studi Teknik Industri Universitas Islam Indonesia, salah satu bentuk usaha yang dilakukan dengan membangun kerjasama dengan Instansi-instansi terkait hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan akademik maupun non-akademik.

Mengingat biaya dalam melakukan penelitian tidaklah murah, menurut Agung bersinergi dengan berbagai macam stakeholder sangatlah penting. “Dengan adanya sinergi antara peneliti, universitas, pemerintah, dunia industri dan stakeholder lainnya kita harapkan penelitian yang dilakukan lebih low cost,” tambahnya. Mengatakan forum ini adalah suatu forum untuk mensinergikan penelitian dan inovasi UMY agar riset serta inovasi yang dihasilkan lebih bermanfaat.

“Kami dari Kominfo juga mengharapkan actual gapnya itu apa sih, demand supplynya apa, yang diharapkan dari industri apa, dari sisi regulasinya juga. Dengan diskusi dan hasil kajian hari ini, kita jadi tahu apa yang harus diperbaiki di tahun-tahun mendatang,” jelas Herry. Dia menyebut, bila dilihat dari neraca perdagangan Indonesia dan Italia, potensi yang bisa dioptimalkan adalah produk industri yang mendominasi perdagangan antara Indonesia dan Italia, yaitu, besi dan baja, produk kimia, alas kaki, karet, rempah-rempah, kopi serta teh. Airlangga menilai, masih banyak peluang yang belum dimanfaatkan secara maksimal serta potensi yang lebih besar dalam perdagangan bilateral.

Promosi kerja sama antara para sarjana, akademisi, dan ilmuwan ASEAN untuk mengembangkan sumber daya manusia dalam hal akademik dan profesi. Prioritas kerja sama ASEAN di bidang pendidikan akan dilakukan melalui kolaborasi dengan Southeast Asian Ministers of Education Organization atau Organisasi Menteri Pendidikan Asia Tenggara. Pembentukan ini bertujuan untuk mempercepat kerja sama politik dan kemanan di ASEAN dalam mewujudkan perdamaian di kawasan regional dan international. Kerja sama bidang ini ditandai dengan pembentukan masyarakat Politik-Keamanan ASEAN (ASEAN Political-Secutrity Cimmunity).

Dengan begitu, Indonesia sebagai negara yang baru menyusun kebijakan tersebut menganggap Inggris adalah negara yang tepat untuk bekerja sama di bidang industri kreatif. Kerjasama ini dituangkan ke dalam Memorandum of Understanding yang ditandatangani pada tanggal 1 November 2012 dan berlaku selama lima tahun sampai dengan tahun 2017. Penelitian menggunakan pendekatan liberalis, konsep kerjasama internasional, konsep diplomasi publik, ekonomi kreatif dan industri kreatif serta implementasi untuk menggambarkan dan menganalisis kerjasama Indonesia dan Inggris dalam bidang industri kreatif. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif analisis dan teknik pengumpulan information melalui wawancara dan studi kepustakaan. Kedua, menarik serta meningkatkan minat dan investasi negara-negara khususnya Korea Selatan dalam bidang industri kreatif, dan beberapa bidang lainnya seperti ekonomi, politik, pendidikan, sosial budaya hingga ketenagakerjaan. Selain itu, kerjasama Indonesia-Korea Selatan ini juga mempererat hubungan baik antar kedua negara.

Lanjutnya, undangan oleh perusahaan Nippon Koei Co, LTD itu dimanfaatkan untuk menandatangani kerjasama di bidang Industri. Tak hanya sebatas memperkenalkan, tetapi program ini juga melakukan upaya untuk mendalami pola pikir dan menyambungkan dialog antarbudaya dari masing-masing anggota ASEAN. Pilar terakhir MEA ini berisi pendekatan yang terpadu untuk menuju kepada hubungan ekonomi secara eksternal dan peran serta yang lebih luas dalam jejaring suplai pada level Situs Gacor international. Konflik-konflik seperti ini jika terus dibiarkan, dapat mengancam stabilitas kawasan dan menghambat jalannya pembangunan. Adanya perebutan wilayah untuk menyebarkan pengaruh ideologi yang dilakukan oleh negara-negara besar adalah salah satu di antaranya.

Sebagai contoh, mereka berhak untuk mendapatkan Tarif Efektif Bersama—atau Common Effective Preferential Tariff —hanya sebesar 5%—10% per produk. Kedua negara itu pun terus berkomitmen untuk menjadi penyedia cadangan pangan bagi negara-negara tetangga mereka, anggota ASEAN yang lain. Membangun dan merawat kerja sama yang kuat dan bermanfaat dengan beragam organisasi—baik di tingkat regional maupun internasional—yang memiliki visi dan tujuan yang sama, serta memelihara semua kemungkinan untuk membangun hubungan yang erat antara negara-negara ASEAN. Memotifasi Mahasiswa untuk mahasiswa untuk berprestasi, dan membantu mahasiswa dalam pembiayaan kuliah. AFTA juga memberlakukan Tarif Efektif Bersama antara 5-10 persen atas dasar produk per produk, baik ekspor maupun impor. Kerja sama ekonomi ditujukan untuk menghilangkan hambatan ekonomi dengan saling membuka perekonomian negara-negara anggota dalam menciptakan integritas ekonomi kawasan.

Meningkatkan kemampuan dalam menajemen budaya dan warisan melalui pemberian fasilitas diskusi antara pembuat kebijakan, profesional, praktisi, serta lembaga seni dan budaya. Merupakan komitmen negara-negara ASEAN untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya mjelalui kegiatan kerja sama yang berorientasi pada orang, ramah lingkungan, dan diarahkan untuk mempromosikan pembangunan berkelanjutan. Masyarakat Politik-Keamanan ASEAN bersifat terbuka, berdasarkan pada pendekatan keamanan yang komprehensif dan bukan untuk membentuk suatu aliasi militer atau kebijakan luar negeri bersama.